Analisis Kebijakan Politik Studi Tentang Program Prioritas Christian Widodo Dan Serena Francis Dalam 100 Hari Kerja Periode 2024-2029
Keywords:
dinamika politik, kebijakan publik, program prioritas, 100 hari kerja, Multiple Streams Framework.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika politik kebijakan dalam penetapan program prioritas 100 hari kerja pasangan Christian Widodo dan Serena Francis. Fokus penelitian diarahkan pada proses politik yang melatarbelakangi penyusunan dan penetapan program prioritas sebagai strategi awal pemerintahan dalam membangun legitimasi, memperoleh kepercayaan masyarakat, dan mengelola ekspektasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Teori Kerangka Arus Berganda (Multiple Streams Framework) dari John W. Kingdon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan program prioritas tidak hanya merupakan proses administratif, tetapi juga dipengaruhi secara kuat oleh dinamika politik yang melibatkan berbagai aktor, seperti kepala daerah, dan DPRD. Kepala daerah memiliki peran dominan dalam menentukan prioritas kebijakan, sementara birokrasi lebih berfungsi sebagai pelaksana teknis. Program prioritas yang ditetapkan umumnya merupakan turunan dari janji kampanye, berorientasi pada pencapaian quick wins, serta dimanfaatkan sebagai strategi untuk membangun legitimasi dan citra politik pada awal masa pemerintahan. Berdasarkan analisis Teori Kerangka Arus Berganda, arus politik menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi penetapan kebijakan, sedangkan arus masalah dan arus kebijakan cenderung mengikuti kepentingan politik yang berkembang. Momentum 100 hari kerja menjadi policy window yang dimanfaatkan pemerintah untuk menetapkan agenda kebijakan secara strategis.










