Resistensi Berbasis Adat Studi Kasus Perlawanan Masyarakat Terhadap Pembangunan Geothermal Di Desa Ulubelu Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada

Authors

  • Adriana Itu Uniersitas Nusa Cendana Kupang
  • Boli Tonda Baso Uniersitas Nusa Cendana Kupang
  • Philips Y.N Ndoda Uniersitas Nusa Cendana Kupang

DOI:

https://doi.org/10.70292/pctif.v3i2.131

Keywords:

Perlawanan masyarakat, Pembangunan geothermal, Masyarakat adat

Abstract

Perlawanan masyarakat terhadap pembangunan geothermal di Desa Ulubelu merupakan fenomena sosial yang terorganisasi dan berakar pada kepentingan menjaga lingkungan, mata pencaharian, serta nilai-nilai adat. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk perlawanan masyarakat adat terhadap pembangunan geothermal yang dipandang bertentangan dengan kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan diwujudkan melalui musyawarah desa, penyampaian aspirasi, aksi damai, serta penolakan terhadap pemanfaatan sumber daya alam tertentu. Aksi tersebut didukung oleh koordinasi yang terstruktur, solidaritas sosial yang kuat, dan keterlibatan berbagai aktor, termasuk lembaga swadaya masyarakat. Perlawanan muncul karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan, ancaman terhadap mata pencaharian, serta minimnya pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, masyarakat menuntut pengelolaan sumber daya alam yang partisipatif, menghormati hak masyarakat adat, dan menjamin keberlanjutan lingkungan.

Downloads

Published

24-07-2026

How to Cite

Adriana Itu, Boli Tonda Baso, & Philips Y.N Ndoda. (2026). Resistensi Berbasis Adat Studi Kasus Perlawanan Masyarakat Terhadap Pembangunan Geothermal Di Desa Ulubelu Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada. Journal on Pustaka Cendekia Informatika, 3(2), 236–246. https://doi.org/10.70292/pctif.v3i2.131