Kekalahan Petahana Dalam Pemilukada Serentak Tahun 2024 (Studi Kasus Kekalahan Korinus Masneno-Silfester Banfatin dalam Pilkada Kabupaten Kupang Tahun 2024)
DOI:
https://doi.org/10.70292/pctif.v3i2.130Keywords:
Pilkada Kabupaten Kupang, Kekalahan, Korinus Masneno, Silfester Banfatin, Incumbency Advantage.Abstract
Penelitian ini membahas mengenai faktor penyebab kekalahan Korinus-Selfester dalam perhelatan Pilkada Kabupaten Kupang tahun 2024. Penelitian ini berfokus pada kekalahan pasangan calon meskipun telah dibekali dengan berbagai keunggulan. Korinus-Selfester memiliki keunggulan dengan didukung oleh koalisi besar, Korinus yang berstatus sebagai petahana, dan Selfester yang juga merupakan wajah lama di pemerintahan Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif yang didasarkan pada teori Incumbency Advantage. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab kekalahan Korinus-Selfester di Pilkada Kabupaten Kupang tahun 2024, yakni hilangnya rasa kepercayaan pemilih kepada Korinus yang berstatus sebagai petahana diakibatkan dari lemahnya kinerja (rekam jejak) maupun isu yang bermunculan selama ia menjabat sebagai Bupati sebelumnya, Koalisi partai dan tim sukses Paket Korsa yang kurang bekerja sama selama menjalankan strategi kampanye, kekuatan tim kandidat penantang yang kuat, serta faktor perubahan struktur populasi yang berdampak pada pola pikir masyarakat dalam memilih pasangan calon yang dinilai lebih mampu untuk memimpim serta mayoritas pemilih yang diisi oleh kaum muda (milenial).










