Fenomena Golput Masyarakat Kabupaten TTU dalam Pemilihan UMUM Kepala Daerah Tahun 2024 (Studi Tentang Golput Di Dapil I Kec.Kota Kefamenanu dan Dapil IV Kec.Biboki Feotleu)

Authors

  • Filipus Fernando Amfotis Uniersitas Nusa Cendana Kupang
  • Rex Tiran Uniersitas Nusa Cendana Kupang
  • Boli Tonda Boso Uniersitas Nusa Cendana Kupang

DOI:

https://doi.org/10.70292/pctif.v3i2.123

Keywords:

Fenomena,Golput,Pemilu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena golongan putih (golput) pada masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024, dengan fokus pada Dapil I Kecamatan Kota Kefamenanu dan Dapil IV Kecamatan Biboki Feotleu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena golput di Kabupaten TTU dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat diklasifikasikan dalam empat tipologi, yaitu golput teknis, golput teknis-politis, golput politis, dan golput ideologis. Golput teknis dominan terjadi di wilayah pedesaan akibat faktor pekerjaan, keterbatasan akses, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. Sementara itu, di wilayah perkotaan ditemukan variasi golput yang lebih kompleks hingga pada tingkat ideologis yang dipengaruhi oleh sikap kritis dan ketidakpercayaan terhadap politik.Selain itu, tingkat partisipasi politik masyarakat menunjukkan perbedaan antara wilayah kota dan desa. Masyarakat perkotaan memiliki tingkat partisipasi yang lebih beragam, mulai dari apatis, spektator, hingga pengkritik aktif, sedangkan masyarakat pedesaan cenderung terbatas pada partisipasi apatis dan spektator.Temuan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan bahwa penurunan partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 dipengaruhi oleh kejenuhan politik pasca Pemilu Nasional, serta permasalahan administratif seperti ketidaksesuaian data dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), termasuk pemilih yang berada di luar daerah dan data pemilih yang belum diperbarui. Sementara itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menegaskan bahwa faktor mobilitas penduduk, kondisi kesehatan, serta kurangnya pembaruan data kependudukan turut berkontribusi terhadap meningkatnya angka golput.memengaruhi perilaku politik masyarakat perkotaan dan pedesaan.

Downloads

Published

12-06-2026

How to Cite

Filipus Fernando Amfotis, Rex Tiran, & Boli Tonda Boso. (2026). Fenomena Golput Masyarakat Kabupaten TTU dalam Pemilihan UMUM Kepala Daerah Tahun 2024 (Studi Tentang Golput Di Dapil I Kec.Kota Kefamenanu dan Dapil IV Kec.Biboki Feotleu) . Journal on Pustaka Cendekia Informatika, 3(2), 197–210. https://doi.org/10.70292/pctif.v3i2.123